Ngerti sopo pemain sepakbola jaman mbien sing paling diidolakan sak Indonesia? Pada tahu ngga sih, jauh sebelum era Yongki Ari Wibowo, Tulungagung juga punya pemain hebat? Siapa dia?
Dialah Singgih Pitono, The Legend Of Singo Edan. Legenda hidup sepakbola Indonesia yang lahir di Tulungagung, Jawa Timur, 15 Mei 1967. Ia adalah mantan pemain nasional era 1990-an. Semasa menjadi pemain, Singgih terkenal dengan tendangan geledek kaki kanannya yang keras dan akurat tak jarang ia mencetak gol dari tendangan bebas.
Kisah hidup Singgih Pitono sangat lengkap. Dia pernah menjadi bintang Arema yang dipuja-puja Aremania. Kaus berlambang Garuda dikenakannya selama tiga tahun membela timnas pada tahun 1991-1993. Namun, kehidupan terkini Singgih kontras dengan segala atribut gemilang yang pernah diukirnya saat menjadi pesepak bola top di Indonesia. Setelah gantung sepatu pada tahun 2004, top scorer Galatama dua musim berturut-turut (1991 dan 1992) itu menikmati hidupnya sebagai pelatih kepala pada akademi Arema di Kecamatan
#Ngunut , Tulungagung, Jawa Timur, tempat kelahirannya.
"Mungkin, perjalanan hidup saya tak mudah dijalani mantan pesepak bola top lainnya. Bagi yang pernah jadi pemain terkenal, kehidupan yang saya alami ini akan terasa berat. Saya berasal dari keluarga susah yang hidup di desa. Jadi, kehidupan saat ini saya anggap biasa, sudah ditetapkan Tuhan," tutur legenda hidup Singo Edan ini. Suatu saat, kala merenung, Singgih mengaku ingin seperti dua sobatnya di Arema, Aji Santoso dan Joko Susilo, yang sukses sebagai pelatih setelah gantung sepatu. Namun, ambisi itu akhirnya dikuburnya. "Saya biasa mengukur kemampuan saya. Bagi saya, melatih anak-anak di akademi Arema ini bagian dari ibadah. Di sini saya dapat kepuasan," ungkapnya.
Menurut Singgih, ada kebanggaan yang tak bisa dinilai dengan materi, yakni penghargaan tulus dari publik sepak bola, terutama dari Tulungagung dan Malang . "Saat ultah Arema di Stadion Kanjuruhan, saya terenyuh dengan sambutan Aremania yang masih ingat saya. Padahal, kejayaan itu telah berjalan dua puluh lima tahun yang lalu. Kepuasan tidak hanya dari materi, tapi juga nama baik. Ini lebih langgeng daripada harta melimpah. Gajah mati meninggalkan gading, macan mati menyisakan belang." katanya. Ada kebanggaan lain yang menghinggapi Singgih Pitono. Putra bungsunya, Zakaria Safiq, mewarisi kehebatannya sebagai penyerang haus gol. Meski berusia sembilan tahun, Singgih melihat gaya bermainnya menurun pada Safiq. "Saya menaruh harapan pada Safiq. Dia cerdas dan punya gaya seperti saya. Terutama akurasi tendangan ke gawang",ujarnya.
DATA DIRI
Nama : Singgih Pitono
Lahir : Tulungagung, 15 Mei 1967
Postur : 173cm / 65kg
Karier
Klub
1. Arema Malang
2. Petrokimia Putra (dipinjamkan Arema untuk berlaga di Piala Winner Asia 1996)
3. Putra Samarinda
4. Persema Malang
5. Putra Samarinda
6. Perseta Tulungagung
Timnas
1. PSSI Pra Piala Dunia 1994
Prestasi
1. Top Skor Galatama XI 1991/92
2. Top Skor Galatama XII 1992/93
3. Membawa Arema Runner up Piala Galatama 1992
4. Membawa Arema Juara Galatama xII 1992/93
Terimakasih Pak Singgih. Terimakasih telah mengharumkan nama Tulungagung di kancah nasional bahkan dunia.